Showing posts with label Astrofisika. Show all posts
Showing posts with label Astrofisika. Show all posts

Saturday, August 26, 2017

Lintasan Bintang Dan Eksistensi Dark Matter

Selama rotasi bumi, beberapa bintang terbit dari bawah cakrawala timur dan kemudian terbenam di bawah cakrawala barat. Karena itu, bintang-bintang ini disebut terbit dan terbenam. Sudut terbit dan terbenam bintang (termasuk matahari) adalah sama untuk semua bintang yang terbit dan terbenam bagi pengamat tersebut. Secara khusus, sudutnya adalah 90 ° - | lintang pengamat |. Ada sedikit perbedaan untuk belahan bumi utara dan belahan bumi selatan. Di belahan bumi utara sudut miring ke arah selatan. Adapun di belahan bumi selatan sudut miring ke arah utara.


Bintang di dekat langit kutub (utara & selatan) membuat lingkaran kecil dan mungkin tidak melewati bidang cakrawala. Bintang-bintang yang selalu berada di bawah cakrawala tidak akan pernah terbit. Adapun bintang-bintang yang selalu berada di atas cakrawala - disebut bintang sirkumpolar – terbit dan terbenam dengan pola tertentu. Bintang sirkumpolar untuk belahan bumi utara tidak pernah terbit untuk belahan bumi selatan dan sebaliknya.

Al-Qur’an menjelaskan hal ini dalam ayat berikut:

Maka aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang. Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui. [Surat Al-Waqi’ah ayat 75-76]

Dalam sebuah pengamatan di wilayah Utah (Amerika Serikat), bintang-bintang di langit terbit dari arah timur (seperti matahari). Bintang-bintang tersebut terbit secara diagonal, tidak lurus ke atas. Mereka bergerak secara diagonal dari utara (kiri) ke selatan (kanan). Setelah beberapa jam, bintang-bintang yang sama akan tampak di langit tinggi bagian selatan. Di utara, bintang terbit di timur laut dan terbenam di barat laut, bergerak berlawanan arah jarum jam mengelilingi titik yang tinggi di atas cakrawala utara.

Ilustrasi dark matter. Image: Wikimedia
Galaksi Bima Sakti melakukan rotasi, sama seperti semua galaksi spiral lainnya. Bintang-bintang di langit bergerak mengorbit di seputar pusat galaksi. Bukan hanya itu saja, adanya gerakan bintang-bintang di galaksi selain Bima Sakti mengarah pada teori adanya dark matter di alam semesta. Para ilmuwan tidak bisa melihat dark matter secara langsung, namun bisa mempelajari efeknya. Bukti adanya dark matter dalam hal ini adalah bintang-bintang mengorbit di galaksi mereka lebih cepat dari seharusnya. Hal ini hanya dapat terjadi jika ada sejumlah besar materi tak terlihat yang terikat di setiap galaksi, berkontribusi pada keseluruhan massa dan tingkat rotasi.

Dark matter adalah jenis materi yang dianggap berperan penting atas sebagian besar massa di alam semesta. Menurut Planck mission, dan berdasarkan model standar kosmologi, Dark matter diperkirakan mencapai 84,5 persen dari total materi di alam semesta. Karena Dark matter sepertinya tidak memberi atau memantulkan cahaya, sinar-x, atau radiasi lainnya, instrumen yang digunakan untuk menemukan materi normal (seperti gas panas, bintang, planet, dan sebagainya) tidak dapat digunakan untuk menemukan Dark matter. Tampaknya dark matter itu tidak terbuat dari hal yang sama seperti yang kita lihat setiap hari di Bumi. Banyak ilmuwan berpikir bahwa dark matter eksis di bumi, tersembunyi tepat di bawah hidung kita. Tetapi kita tidak bisa melihatnya. Wallahu a’lam bishawaab.

Sunday, August 6, 2017

Konsep Ruang-Waktu Dan Garis Dunia

Dalam fisika, ruang-waktu adalah model matematis yang menggabungkan tiga dimensi ruang dan satu dimensi waktu ke dalam rangkaian tunggal 4 dimensi. Dalam teori Einstein, ruang dan waktu bukan konsep yang terpisah, melainkan entitas tunggal yang disebut ruangwaktu. Kita dapat menganalogikan ruangwaktu sebagai kain halus yang terdistorsi oleh adanya energi. Dari sini lahir istilah kain ruang dan waktu. Istilah kain digunakan untuk membantu kita memvisualisasikan bagaimana ruang-waktu diterapkan dalam teori general relativity.


Konsep ruang-waktu tidak bisa dipisahkan dengan konsep garis dunia (atau worldline). Konsep garis dunia adalah jalur unik yang dimiliki objek saat melintasi ruang dan waktu, yang disebut ruangwaktu. Wordline adalah konsep penting dalam fisika modern, dan khususnya teori fisika. Konsep ''garis dunia'' dalam hal ini dibedakan dari konsep ''orbit'' atau ''lintasan''. Misalnya, orbit Bumi di angkasa kira-kira menyerupai lingkaran. Bumi kembali setiap tahun ke titik yang sama di luar angkasa, Namun tiba di sana pada waktu yang berbeda. Adapun garis dunia Bumi berbentuk heliks (spiral) di ruangwaktu berupa kurva dalam ruang empat dimensi dan tidak kembali ke titik yang sama.

Al-Quran menjelaskan hal ini sebagai berikut:

Demi langit yang mempunyai jalan-jalan. [Surat Az-Zariyat Ayat 7]

Kata الْحُبُكِ atau ''jalan-jalan'' secara bahasa bermakna tenunan. Lafal Al Hubuk adalah bentuk jamak dari Habiikah. Kata tersebut berasal dari kata kerja menenun atau mengikat bersama-sama. Menurut wikipedia, Menenun adalah proses pembuatan barang-barang tenun (kain) dari persilangan dua set benang dengan cara memasuk-masukkan benang pakan secara melintang pada benang-benang lungsin. Pola silang-menyilang antara benang lungsin dan benang pakan disebut tenunan atau anyaman. Manusia modern mengenal konsep menenun diperkirakan sejak 8.000 tahun lalu. Contoh yang relevan dalam hal ini adalah peradaban Mesir kuno. Ketenaran dari kain lenan yang halus dari Mesir kuno pantas untuk disebut sebagai tempat kelahiran linen. Adapun Timur Tengah memiliki kain yang disebut attabi.

Struktur kain attabi. Image: Wikimedia
Menurut ahli geografi pada abad ke-12 yang bernama al-Idrīs, kota Almería di Andalusia memproduksi tiruan sutra Irak dan Persia yang disebut 'attābī. Sejarawan David Jacoby mengidentifikasi kain tersebut sebagai "kain taffeta yang terbuat dari sutra dan kapas (serat alami), Diproduksi di Attabiya, sebuah distrik di Baghdad."

Al-Farraa' mengatakan, Hubuk berarti riak-riak yang dihasilkan di permukaan, seperti pasir ketika angin dengan kecepatan lambat melewatinya. Bagian yang bengkok dari rambut keriting juga bisa disebut sebagai Hubuk. Hal ini sejalan dengan artikel berjudul "Para ilmuwan menemukan riak-riak pada kain ruang waktu" dimana pada tahun 2015, dua detektor yang terpisah sekitar 1.800 mil menunjukkan adanya riak-riak pada kain ruangwaktu. Hal ini memberi wawasan baru bagi para ilmuwan dalam mempelajari alam semesta.

Setiap membahas tentang kosmologi memerlukan pertimbangan cermat dari apa yang dapat kita lihat dan kapan kita dapat melihatnya. Cara yang baik untuk melacak konsep-konsep ini adalah diagram ruang-waktu. Diagram ruang-waktu merupakan sebuah grafik yang menunjukkan posisi objek sebagai fungsi waktu.

Worldline. Image: The University of California, Los Angeles

Gambar di atas menunjukkan diagram ruang-waktu di Bumi yang mengelilingi Matahari. Jadi bagian bawahnya adalah masa lalu, atau masa awal, dan puncaknya adalah masa depan, atau akhir-akhir ini. Suatu titik pada grafik ini menggambarkan posisi (koordinat horizontal atau x) dan waktu (koordinat vertikal atau t). Sebuah "titik" dalam ruang-waktu disebut sebuah peristiwa. Garis yang mewakili posisi Bumi sebagai fungsi waktu itulah yang disebut sebagai worldline. Wallaahu a'lam bishawaab.

Sunday, August 14, 2016

Ketika Langit Masih Berupa Asap

Teori Giant Impact adalah teori ilmiah terkemuka mengenai bagaimana bulan terbentuk. Menurut teori ini, bulan terbentuk sebagai hasil tabrakan antara bumi dengan benda langit seukuran Mars yang disebut Theia. Energi yang dilepaskan dari Giant Impact diperkirakan telah memanaskan bumi untuk menghasilkan lautan magma secara global.


Hipotesis Giant Impact, yang kadang-kadang disebut Big Splash, atau Theia Impact menunjukkan bahwa Bulan terbentuk dari puing-puing yang tertinggal dari tabrakan antara Bumi dan Theia, kira-kira 4,53 miliar tahun yang lalu, atau sekitar 20 sampai 100 juta tahun setelah sistem tata surya bersatu. Nama Theia berasal dari nama mitologi Yunani yang merupakan ibu Selene, dewi bulan. Giant Impact mengakibatkan adanya asap tebal naik ke langit. Asap tebal juga dihasilkan dari tumbukan dengan meteor besar dan dari gunung berapi pertama yang meletus sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu. Hantaman meteor yang sangat intens selama pembentukan bumi, tidak berhenti secara tiba-tiba. Hal itu baru berhenti selama beberapa ratus juta tahun kemudian. Analisis batuan lunar, yang diterbitkan dalam laporan tahun 2016, menunjukkan bahwa Giant Impact kemungkinan adalah tabrakan langsung, menyebabkan pencampuran kedua benda langit secara menyeluruh.

Al-Quran menjelaskan hal ini dalam ayat berikut:

Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati". [Surat Fussilat Ayat 11]

Surat Fussilat Ayat 11 diawali dengan konjungsi antar kalimat ''KEMUDIAN'' yang menjelaskan keadaan setelahnya. Pada ayat sebelumnya, Al-Quran menjelaskan mengenai penciptaan unsur-unsur kimia yang melimpah di alam semesta. Unsur-unsur kimia tersebut dibuat dalam empat masa. Dimulai dari hari pertama, hari kedua, hari ketiga dan hari keempat. Kemudian Al-Quran menjelaskan mengenai penciptaan tata surya pada hari kelima dan hari keenam.

Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. [Surat Fussilat Ayat 12]

Sekilas, kita mungkin berasumsi bahwa bumi sudah terbentuk seperti saat ini ketika langit masih berupa asap. Surat Fussilat ayat 12 menjelaskan tentang penciptaan tujuh langit (tujuh planet selain bumi beserta orbit masing-masing) dalam dua masa. Artinya tujuh langit itu tentunya memiliki usia kurang lebih sama seperti usia bumi. Tetapi ada fakta menarik bahwa menurut para ilmuwan, usia bumi tidak persis sama dengan tujuh planet lainnya melainkan sedikit lebih tua. Usia Bumi sekitar 4,543 miliar tahun. Adapun usia tujuh planet lainnya sekitar 4,503 miliar tahun. Hal ini berarti bahwa ketika langit masih berupa asap, bumi sudah mulai terbentuk dengan usia sekitar 40 juta tahun.

Bumi Pada Era Hadean. Image: Wikimedia
Ilmu pengetahuan mendefinisikan fase itu sebagai Hadean Eon, Era yang terjadi antara sekitar 4,543 miliar hingga 4 miliar tahun yang lalu. Kata Hadean Eon diambil dari kata Hades, Dewa Yunani yang menguasai dunia bawah. Hal ini karena selama periode Hadean, permukaan bumi menyerupai deskripsi neraka. Pada periode tersebut, permukaan bumi dipenuhi dengan lava dan hantaman meteor. Istilah ini diciptakan pada tahun 1972 oleh ahli geologi Preston Cloud. Permukaan bumi sangat tidak stabil pada fase awal Hadean Eon. Panas ekstrim dari permukaan bumi mencegah batu dari proses pemadatan. Arus konveksi - arus yang timbul akibat perbedaan temperatur - di dalam mantel membawa batuan cair ke permukaan dan menyebabkan batuan yang hampir padat turun ke lautan magma.

Sebagai kesimpulan akhir, Bumi terbentuk terbentuk terlebih dahulu sekitar 4,543 miliar tahun lalu. Bulan terbentuk 13 juta tahun kemudian dari Giant Impact. Tujuh langit atau tujuh planet tata surya tercipta paling akhir sekitar 27 juta tahun kemudian. Wallaahu a'lam bishawaab.

Saturday, April 16, 2016

Dampak Komet Terhadap Kepunahan Dinosaurus

Komet merupakan benda langit yang terlihat terang saat bumi berada pada jarak terdekat dengan matahari. Komet mudah dilihat di langit barat sesaat setelah matahari terbenam atau di langit timur sesaat sebelum matahari terbit. Dalam hal ini, komet bisa menjadi objek yang paling jelas di langit.
 
Image: Wikimedia
Sekitar 66 atau 65 juta tahun yang lalu, benda langit menghantam wilayah yang sekarang dikenal sebagai kawah Chicxulub, membunuh hampir 70 persen dari dinosaurus. Hanya sedikit hewan prasejarah yang selamat dari bencana besar tersebut. Menurut dua peneliti Dartmouth bernama Profesor Jason Moore dan Mukul Sharma dari Departemen Ilmu Bumi, punahnya dinosaurus disebabkan oleh komet yang memiliki kecepatan tinggi, jadi bukan oleh asteroid. Berdasarkan penelitian, kawah Chicxulub di Meksiko yang memiliki lebar 180 km terbentuk akibat hantaman benda langit yang menghasilkan lapisan sedimen global, diperkaya dengan unsur kimia iridium.

Nilai iridium yang dihitung ulang menunjukkan bahwa benda langit yang menghantam bumi memiliki ukuran kecil. Komet periode panjang dipilih oleh para peneliti sebagai penyebab musnahnya hewan prasejarah. Komet periode panjang merupakan benda langit yang terdiri dari lapisan kerak yang padat pada bagian luar dan air dalam bentuk es bercampur partikel debu pada bagian dalam. Benda langit ini ada di lintasan sangat eksentrik di sekitar Matahari. Mereka membutuhkan waktu ratusan, ribuan atau dalam beberapa kasus bahkan jutaan tahun hanya untuk menyelesaikan satu orbit.

Image: Wikimedia
Al-Qur’an menjelaskan hal ini sebagai berikut:

… Dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya … [Surat An-Nur Ayat 43]

Kalimat جِبَالٍ فِيهَا مِنْ بَرَدٍ atau “gunung-gunung dari langit yang di dalamnya terdapat sesuatu yang dingin” merupakan konsep yang kita kenal sebagai komet. Al-Qur’an dalam hal ini hanya menyebutkan substansinya saja, berupa es. Walaupun demikian, es dan bongkahan batu sebesar gunung merupakan satu kesatuan. Jadi, ketika suatu obyek ditimpa oleh es maka obyek tersebut juga ditimpa oleh bongkahan batu sebesar gunung.


Saat komet mendekati bumi membuat suhu benda langit tersebut meningkat. Hal ini menyebabkan es dipanaskan dan menjadi gas. Komet selanjutnya melepaskan butiran-butiran debu yang terjebak di es. Gas berdebu yang berasal dari komet ini dipanaskan oleh Matahari dan membentuk awan panas bercahaya di sekitar komet yang disebut coma. Meskipun komet berukuran hanya beberapa kilometer, awan bercahaya ini bisa mencapai seratus ribu (100.000) kilometer! Itu berarti sebuah komet sebesar marmer akan memiliki coma sebesar gedung berlantai empat! Jadi awan besar dan bercahaya inilah yang tampak bagi kita sebagai kepala komet.

Al-Qur’an menjelaskan hal ini sebagai berikut:

Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan. [Surat An-Nur Ayat 43]

Kata سَنَا بَرْقِهِ atau flash merupakan cahaya terang atau kilatan tiba-tiba dari permukaan yang memantulkan cahaya.
 
Image: Wikimedia
Selain sinar terang yang berasal dari coma, komet memiliki ekor dengan warna putih terang disebut ekor debu. Disebut demikian karena karena terbuat dari debu saat suhu komet memanas di dekat Matahari. Ekor tersebut memantulkan Sinar Matahari, membuat ekor debu terlihat sangat terang. Jejak ekor debu ini terus bergerak di sepanjang perjalanan komet. Ekor debu komet bisa mencapai sepuluh juta kilometer (10.000.000 km).

Para ilmuwan memperkirakan bahwa energi yang dilepaskan oleh komet yang menghantam kawah Chicxulub setara dengan 100 juta megaton, jauh lebih besar daripada ledakan nuklir di Hiroshima, sekitar 15 kiloton. Benda langit ini membunuh banyak spesies di bumi hanya dalam waktu singkat, terutama dinosaurus yang hidup di darat dan air. Tabrakan besar memicu kebakaran, gempa bumi dan tsunami besar. Debu dan gas dilemparkan ke atmosfer mengakibatkan perubahan suhu global selama beberapa tahun. Wallaahu a’lam bishawaab.

Friday, March 4, 2016

Konsep Tujuh Langit Dalam Agama Islam

Dari seluruh ayat-ayat Al-Quran yang menerangkan sains, salah satu ayat yang paling sulit untuk dikaji secara ilmiah barangkali adalah konsep tujuh langit. Pada zaman dahulu, manusia hanya bisa memandang langit dari bumi. Benda langit yang dikenal manusia hanya matahari pada siang hari, bulan dan bintang pada malam hari. Ada juga bintang jatuh atau meteor.

Antariksa sendiri merupakan sesuatu yang sangat luas sekaligus menyisakan banyak misteri. Upaya untuk 'menyesuaikan' antariksa agar bisa menjadi 'tujuh' sering berakhir pada kebuntuan. Tulisan berikut mungkin masih belum menghasilkan definisi yang tepat mengenai konsep tujuh langit, tapi setidaknya kita sudah berusaha untuk mengkaji ayat-ayat Al-Quran.

Berdasarkan ketentuan dan batasan yang terdapat dalam Al-Quran, tujuh langit mungkin bukan hal yang asing bagi anda. Kemungkinan bahwa yang dimaksud dengan tujuh langit adalah:

TUJUH ORBIT PLANET DALAM TATA SURYA

Al-Quran memberikan beberapa clue mengenai konsep tujuh langit sebagai berikut:

1. Istilah langit dalam konsep 'tujuh langit' memiliki definisi sebagai tujuh jalan. Keterangan mengenai hal ini ada pada ayat berikut:

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan di atas kamu tujuh buah jalan (tujuh buah langit) dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan (Kami). [Quran 23: 17]

Kata 'tharaa-iqa' dalam ayat di atas memiliki makna jalan atau lintasan. Jadi, kalau selama ini kita memberi definisi langit sebagai ruang luas tanpa batas yang terbentang di atas bumi, hal ini tidak berlaku terhadap konsep 'tujuh langit' dalam Al-Quran. Konsep tujuh langit bukanlah tujuh ruang luas yang terbentang di atas bumi, melainkan tujuh jalan atau lintasan yang dilalui. Kita mengenal konsep 'jalan' atau 'lintasan' dalam antariksa sebagai orbit.

Orbit Planet. Image: Wikimedia
Tata surya secara keseluruhan memiliki delapan orbit. Tetapi orbit bumi sendiri tidak masuk dalam daftar karena Al-Quran memberikan keterangan 'langit'. Banyak ayat Al-Quran yang menjelaskan tentang 'langit dan bumi'. Dalam hal ini, bumi adalah planet yang kita tempati, adapun 'langit' adalah apapun yang berada di luar atmosfer. Karena itulah Allah menggunakan istilah 'tujuh langit' dan bukan 'tujuh bumi'. Sejak kita tahu bahwa bumi itu bulat dan melakukan rotasi, maka istilah 'di atas kamu' menjadi fleksibel. Merkurius, Venus, Mars, Jupiter dst tentu saja berada di atas kita.

2. Usia dari tujuh langit (tujuh orbit) tersebut sama seperti usia bumi, yaitu dua masa menurut Al-Quran. Keterangan mengenai hal ini ada pada ayat berikut:

Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. [Quran 41: 12]

Dalam artikel sebelumnya (baca: usia alam semesta & usia bumi) kita tahu bahwa bumi diciptakan dalam dua masa, dengan 'Arsy sebagai frame referensi. Menurut perhitungan ilmiah, usia bumi adalah 4,5 milyar tahun. Tujuh langit seharusnya juga memiliki usia yang sama.

Perhatikan ringkasan penelitian berikut:

Usia Tata Surya dapat didefinisikan sebagai waktu dari pembentukan butiran-butiran padat pertama kali pada disc nebula yang mengelilingi proto-Matahari. Usia tata surya dapat diperkirakan dengan meneliti inklusi pada meteorit. Setelah pengujian, hasil menunjukkan bahwa inklusi pada meteorit terbentuk sejak 4,568 juta tahun yang lalu.

Kita bisa melihat konsistensi antara usia bumi dan usia tujuh langit, dalam hal ini diciptakan dalam dua masa yang setara dengan 4,5 milyar tahun menurut perhitungan manusia. Sejauh ini, wilayah antariksa yang memiliki usia 4,5 milyar tahun (dua masa) hanya tata surya. Di luar tata surya (misalnya konstelasi bintang atau galaksi) biasanya memiliki usia yang sama dengan alam semesta (sekitar 13,7 milyar tahun). Dengan demikian, tujuh langit bukanlah alam semesta karena Al-Quran menyatakan bahwa alam semesta terbentuk dalam enam masa, adapun tujuh langit diciptakan dalam dua masa.

3. Tujuh langit atau tujuh orbit tersebut masing-masing memiliki planet sendiri, sama seperti bumi. Keterangan mengenai hal ini ada pada ayat berikut:

Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula Bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dan sesungguhnya Allah, ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu. [Quran 65: 12]

4. Tujuh langit (tujuh orbit) tersebut merupakan sebuah keteraturan. Tidak ada tumpang tindih antara satu dengan yang lain meskipun berada di antariksa. Keterangan mengenai hal ini ada pada ayat berikut:

Dan Kami bangun di atas kamu tujuh buah (langit) yang kokoh. [Quran 78: 12]

Tujuh orbit yang membentuk lapisan merupakan hasil dari keseimbangan sempurna antara gerakan maju dari planet dalam tata surya, dan tarikan gravitasi dari matahari. Orbit adalah jalan yang dilalui obyek langit dalam antariksa dengan cara mengelilingi objek lain. Ketika planet melakukan perjalanan dalam satu arah maka akan dipengaruhi oleh gravitasi matahari.

Dalam ayat yang lain:

Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? [Quran 67: 3]

Ayat di atas melengkapi penjelasan sebelumnya. Planet-planet yang ada di tata surya bergerak membentuk lapisan berupa orbit yang tidak bisa dilihat, tetapi gravitasi mereka bisa dideteksi.

Dalam ayat yang lain:

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat? [Quran 71: 15]

Gravitasi matahari menyebabkan planet-planet mengambil rute melengkung yang akhirnya membawa kembali ke titik awal. Gravitasi matahari cukup untuk membuat planet tidak terlempar dari tata surya, tetapi tidak cukup kuat untuk menarik planet itu agar lebih dekat lagi pada matahari. Konsep ini disebut hukum kekekalan momentum sudut, yang merupakan salah satu prinsip dasar fisika.

5. Tujuh langit (tujuh orbit) atau orbit yang paling dekat dengan bumi dihiasi dengan alkawaakib. Fungsi dari benda langit ini digunakan sebagai sarana untuk memukul setan. Keterangan mengenai hal ini ada pada ayat berikut:

Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang. Dan telah memeliharanya (sebenar-benarnya) dari setiap syaitan yang sangat durhaka [Quran 37: 5-6]

Sabuk Asteroid. Image: Wikimedia
Kata 'alkawaakibi' memiliki makna planet atau benda langit apapun selain bintang. Penggunaan bahasa arab dalam Al-Quran untuk bintang adalah najma. Mengenai hal ini, silahkan lihat kata An-Najm (surat Al-Quran urutan ke 53).

Demi bintang ketika terbenam. [Quran 53: 1]

Dalam ayat di atas, Allah menggunakan kata alnnajmi.

Dalam ayat yang lain:

Demi langit dan yang datang pada malam hari. Tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu? (yaitu) bintang yang cahayanya menembus. [Quran 86: 1-3]

Dalam ayat di atas, Allah menggunakan kata alnnajmu. Kedua ayat di atas memberikan keterangan mengenai bintang yang biasa kita lihat di langit pada malam hari, terletak pada ruang antarbintang. Bintang-bintang tersebut memiliki hubungan dengan apa yang kita kenal sebagai rasi bintang atau konstelasi. Tetapi dalam surat Ash-Shaffaat ayat 5-6, Allah tidak menggunakan kata alnnajmi/alnnajmu. Sebagai gantinya, Allah menggunakan kata alkawaakib.

Al-Quran menyebutkan orbit yang terdekat dengan bumi dihiasi dengan alkawaakib. Hanya ada dua kemungkinan. Pertama adalah orbit Venus, sedangkan yang kedua adalah orbit Mars. Pengetahuan modern memberitahu kita bahwa antara orbit Mars dan orbit Jupiter, terdapat asteroid belt yang merupakan tempat ribuan asteroid. Beberapa obyek di dalam asteroid belt seperti Ceres dikategorikan sebagai planet kerdil. Wallahu a'lam.

Wednesday, February 24, 2016

UFO (Alien) Dan Kehidupan Di Luar Bumi

Definisi UFO (Unidentified Flying Object) menurut wikipedia adalah istilah yang digunakan untuk seluruh fenomena penampakan benda terbang yang tidak bisa diidentikasikan oleh pengamat dan tetap tidak teridentifikasi walaupun telah diselidiki. Di Indonesia, UFO disebut juga sebagai Benda Terbang Aneh (disingkat BETA) atau sering kali disebut sebagai benda terbang tak dikenal.

Image: Pixabay
Istilah lain yang digunakan adalah "Piring Terbang" (bahasa Inggris: flying saucer). Pertama kali digunakan wartawan untuk menggambarkan benda terbang misterius yang dilihat oleh Kenneth Arnold, berupa sembilan objek terbang aneh dalam suatu formasi di atas gunung Rainier, Washington. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 24 Juni 1947. Sejak saat itu istilah “Piring Terbang” menjadi sangat populer.

Tidak ada istilah UFO di dalam Al-Quran, tetapi eksistensi makhluk berakal di langit dapat kita lihat dalam ayat berikut:

Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba. [Surat Maryam Ayat 93]

Tafsir ayat di atas menurut situs alim.org: 

Semuanya - apakah manusia atau malaikat - hanyalah makhluk ciptaan Allah SWT, tidak memiliki bagian apapun dalam keilahian-Nya, dan mereka semua tunduk, sadar atau tidak sadar, kepada kehendak-Nya. Hal ini menunjukkan bahwa kata مَنْ atau “seorangpun” dalam ayat di atas bisa juga merujuk kepada malaikat.

Konsep benda terbang aneh / tidak dikenal ternyata pernah terjadi pada masa Nabi Muhammad SAW. Riwayat mengenai hal ini adalah sebagai berikut:

Abu Sa'id al-Khudri menceritakan tentang Usaid bin Hudair yang mengatakan bahwa pada suatu malam dia membaca al-Quran di dekat kandang kuda miliknya. Ketika sedang membaca al-Qur’an, kuda yang ada di dekatnya tersebut meloncat dan bertingkah aneh. Pada saat Usaid berhenti membaca ayat-ayat al-Qur’an, kuda tersebut kembali tenang. Usaid kemudian kembali membaca al-Quran dan kuda tersebut kembali bertingkah aneh. Usaid menghentikan membaca al-Qur’an dan kuda tersebut kembali tenang. Untuk yang ketiga kalinya, Usaid kembali membaca al-Quran dan kuda itu lagi-lagi bertingkah aneh seperti sebelumnya.

Usaid menuturkan: Aku takut kuda itu menginjak-injak Yahya (anak Usaid bin Hudair). Aku berdiri di dekat kuda itu dan melihat sesuatu benda seperti kanopi di atas kepalaku dengan sesuatu yang tampak seperti lampu bersinar di dalamnya, naik ke langit sampai hilang. Aku pergi menemui Rasulullah (SAW) keesokan harinya dan berkata: “Wahai Rasulullah, saya membaca al-Qur'an pada malam hari di dekat kandang kuda. Ketika sedang membaca Al-Qur’an, kudaku tiba-tiba melompat dan bertingkah aneh.”

Rasulullah (SAW) berkata: “Seharusnya anda tetap melanjutkan membaca al-Qur’an.”

Ibnu Hudair berkata: “Saya meneruskan membaca ayat-ayat A-Qur'an, tetapi kuda itu melompat dan bertingkah aneh seperti sebelumnya.”

Rasulullah (SAW) berkata: “Teruskanlah membaca al-Qur’an, Ibn Hudair.”

Ibnu Hudair berkata: “Saya meneruskan membaca ayat-ayat A-Qur'an, tetapi kuda itu melompat dan bertingkah aneh seperti sebelumnya.”

Rasulullah (SAW) berkata: “Teruskanlah membaca al-Qur’an, Ibn Hudair.”

Ibnu Hudair berkata: “Saya mengakhiri membaca Al-Qur'an karena melihat Yahya anakku mendekati kuda tersebut. Saya takut kalau kuda itu menginjak-injak dia. Pada saat itu saya melihat ke atas, terlihat sesuatu seperti sebuah kanopi dengan apa yang tampak seperti lampu di dalamnya. Benda itu naik ke langit sampai akhirnya menghilang.”

Rasulullah (SAW) bersabda: “Mereka adalah malaikat yang mendengarkan Anda; Dan jika Anda terus membaca al-Qur’an, orang-orang pasti akan bisa melihat mereka di pagi hari. Mereka (para malaikat) tidak akan menyembunyikan diri dari kalian.” [HR. Muslim]

Kanopi mirip dengan konsep payung pada zaman sekarang. Penemuan dan penggunaan payung sudah ada di Timur Tengah pada zaman kuno. Peradaban Mesopotamia memulainya – walaupun terbatas hanya untuk elit kerajaan. Hal ini bisa dibuktikan pada relief yang ada di Niniwe. Relief tersebut menggambarkan Raja Ashurbanipal, yang memerintah dari tahun 668 sampai 627 BCE, menggunakan payung berbentuk lingkaran.

Image: Pixabay
Jauh sebelum zaman nabi Muhammad SAW, manusia diperkirakan sudah berinteraksi dengan UFO. Informasi paling awal berupa lukisan gua dari India. Lukisan gua tersebut diperkirakan berusia sekitar 10.000 tahun. Selama beberapa dekade, saksi yang telah melihat UFO telah menunjukkan konsistensi yang luar biasa dalam bentuk dan karakteristik lain dari objek yang telah mereka gambarkan. Beberapa waktu lalu, Seorang veteran Angkatan Udara A.S. Menerbangkan drone miliknya di ladang North Carolina, tidak jauh dari jalan yang sibuk yang merupakan kawasan industri, saat mengambil rekaman aneh.

Pria berusia 59 tahun tersebut menemukan benda terbang dalam rekaman filmnya yang tidak disadarinya pada saat kejadian. Benda yang tak dapat dijelaskan yang tertangkap dalam film tersebut melaju dengan kecepatan 10.000 mph, yang terlalu cepat untuk dilihat dengan mata telanjang. Baru ketika dia melihatnya kembali, dia menyadari apa yang dia tangkap di kamera. Pada saat kejadian berlangsung langit dalam kondisi cerah. Kecepatan ini masih belum seberapa karena pada bulan april 2016, dua operator radar di Inggris menunjukkan bagaimana UFO melakukan perjalanan 120 mil hanya dalam delapan detik. Itu artinya UFO mampu terbang dengan kecepatan 54.000 mph.

Sebagai informasi, pesawat berawak tercepat di dunia adalah X-15 yang bertenaga roket. X-15 terbang untuk pertama kalinya pada tanggal 8 Juni 1959. Beberapa tahun kemudian, pada tanggal 3 Oktober 1967, X-15 mencatat rekor dengan kecepatan terbang 4.520 mph yang menakjubkan mengingat pesawat lain mencapai kecepatan maksimal di kisaran 2.000 mph.

Al-Qur'an menjelaskan bahwa para malaikat bergerak di langit dengan cepat, seperti dijelaskan dalam ayat berikut:

Dan (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat, Dan (malaikat-malaikat) yang mendahului dengan kencang, Dan (malaikat-malaikat) yang mengatur urusan (dunia). [Surat An-Nazi'at ayat 3-5]

Aishah r.a meriwayatkan sebagai berikut:

Rasulullah bersabda, "Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api tanpa asap, dan Adam a.s diciptakan dari apa yang telah Anda katakan (yaitu tanah liat seperti tembikar)." (HR Muslim)


Para UFO Entusias mengakui bahwa kecerdasan UFO sangat berbeda dari kita. Mereka berperilaku seperti tidak terikat oleh aturan waktu dan ruang. Hukum sebab dan akibat tidak berlaku saat manusia menjumpai mereka. Mereka sangat aneh sehingga mereka tampaknya tidak berasal dari planet lain melainkan dari dimensi lain. UFO memiliki kaitan erat dengan apa yang disebut sebagai penculikan alien yaitu penculikan seseorang yang dilakukan oleh entitas non-manusia dan mengalami pengalaman secara fisik dan psikologi yang kompleks. Laporan mengenai kasus ini sangat jarang, tetapi hampir tidak ada laporan mengenai perlakuan buruk dari para alien.

Dalam sebuah laporan, seorang pria menulis sebuah laporan terperinci tentang "pengalamannya" dengan penculiknya dari alien. Disebutkan terjadi diskusi antara pria tersebut dengan para alien. Mereka mengklaim bahwa alam semesta tidak diciptakan oleh Big Bang. Sebaliknya para alien mengungkap asal mula sejati semua kehidupan – dari Tuhan yang dikenal sebagai "Esa" yaitu Tuhan yang menguasai pikiran (kesadaran?) manusia. Belum ada konfirmasi lebih lanjut mengenai kejadian tersebut.

Berdasarkan penjelasan di atas kita bisa berasumsi bahwa UFO itu kemungkinan adalah malaikat. Wallaahu a'lam bishawaab.

Tuesday, February 23, 2016

Panah Api Sebagai Penjaga Langit

Bola api merupakan meteor tidak lazim karena sangat terang. Untuk bisa dipertimbangkan sebagai bola api, meteor harus setidaknya seterang Venus. Ketika bola api terjadi di daerah yang ramai penduduknya, fenomena ini dapat menarik perhatian karena dapat menimbulkan ketakutan sekaligus kekaguman.

Image: pics-about-space.com
Sebagian besar benda langit yang mengorbit di tata surya biasanya adalah kombinasi material kecil yang dikenal sebagai meteoroid. Fragmen kecil ini biasanya tidak dapat menghasilkan cahaya yang cukup untuk dilihat ketika melewati atmosfer. Walaupun demikian, ada sebagian meteoroid berukuran kecil tersebut mampu menghasilkan cahaya yang cukup untuk dilihat setelah masuk ke bagian atas atmosfer. Karena kecepatan mereka yang luar biasa ketika melintasi atmosfer bumi, fragmen yang hanya memiliki ukuran beberapa milimeter mampu untuk menghasilkan cahaya sangat terang. Meteoroid yang sangat terang inilah yang kemudian kita sebut sebagai bola api.

Al-Quran memberikan keterangan sebagai berikut:

Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang. Dan telah memeliharanya (sebenar-benarnya) dari setiap syaithan yang sangat durhaka. Syaithan-syaithan itu tidak dapat mendengar-dengarkan (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru. Untuk mengusir mereka dan bagi mereka siksaan yang kekal. Akan tetapi barangsiapa (diantara mereka) yang mencuri-curi (pembicaraan) maka dia dikejar oleh suluh api yang cemerlang. [Quran 37: 6-10]

Makna 'bintang-bintang' pada ayat di atas adalah benda-benda langit yang terletak pada sabuk asteroid. Bola api akan meninggalkan jejak yang tetap terlihat setelah lewat. Selain sinar terang, ciri lain bola api adalah ledakan suara. Suara ini terjadi sebagai sonic boom satu atau dua menit setelah bola api terjadi.

Dalam ayat yang lain:

Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaithan. Dan kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala. [Quran 67: 5]

Bola api yang melesat dengan cepat, sangat terang dan disertai dengan ledakan biasa disebut dengan bolide. Untuk dapat menentukan apakah meteor itu bolide atau tidak, adalah dengan memperkirakan kecerahan. Jika objek yang disaksikan lebih cerah dibanding benda di langit kecuali untuk matahari dan bulan, maka itu adalah bolide. Intensitas cahaya sulit untuk diperkirakan tetapi kebanyakan bolide biasanya ada di kisaran magnitude -14 atau lebih. Pada saat magnitude mencapai -14, cahaya dari bolide setara dengan cahaya yang dihasilkan oleh bulan purnama.


Dalam ayat yang lain:

Dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit. Maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api. Dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya). [Quran 72: 8-9]

Fenomena ini tergolong langka, jarang ada individu yang bisa menyaksikan peristiwa ini secara langsung. Harus diingat bahwa bolide juga terjadi pada siang hari atau di malam ketika mendung. Peristiwa ini juga sering terjadi di atas lautan atau area bumi yang tidak dihuni manusia. Artikel ini bukan bermaksud untuk menyatakan bahwa semua bolide itu merupakan pertahanan langit dalam menghadapi setan. Tulisan ini hanya menyatakan bahwa 'panah api' dari benda langit adalah nyata walaupun masih sulit untuk dijelaskan. Wallahu a'lam.

Thursday, January 14, 2016

Eksistensi Black Hole Menurut Al-Qur'an

Black Hole adalah tempat di luar angkasa dimana tarikan gravitasi sangat kuat sehingga cahaya sekalipun tidak bisa lolos. Karena tidak ada cahaya yang bisa keluar, manusia tidak bisa melihat Black Hole. Mereka tidak terlihat, walaupun demikian teleskop ruang angkasa dengan alat khusus bisa membantu menemukan benda langit tersebut. Black Hole terbentuk dari bintang-bintang yang telah mati. Hanya bintang dengan massa berukuran raksasa yang bisa bertransformasi menjadi Black Hole.
 
Simulasi Black Hole. Image: Wikimedia
Ukuran mereka bisa besar atau kecil. Ilmuwan menganggap Black Hole terkecil hanya sekecil satu atom saja. Meskipun sangat sangat kecil namun mereka memiliki massa sebesar gunung. Massa adalah jumlah materi dalam sebuah objek. Black Hole menyapu atau menangkap apa saja segala sesuatu disekitar mereka - debu, meteorit, planet, bintang, bahkan cahaya. Tidak ada yang tersisa. Setelah periode pembersihan menyeluruh alam semesta, Black Hole kemungkinan akan menjadi satu-satunya komponen dan satu-satunya entitas yang tersisa.

Al-Qur’an menjelaskan hal ini dalam ayat berikut:

Sungguh, Aku bersumpah dengan bintang-bintang, yang beredar dan terbenam. [Surat At-Takwir Ayat 15-16]

Terjemahan di atas sekilas mirip dengan konsep tempat peredaran bintang-bintang yang terdapat dalam surat Al-Waqi’ah ayat 75. Tetapi jika diterjemahkan kata per kata secara literal, maka kedua ayat tersebut memiliki konsep yang berbeda.

Pertama, di dalam Al-Qur’an, kata yang digunakan untuk menjelaskan bintang sebagai benda langit terang yang kita lihat pada malam hari adalah al-nujum, bentuk plural dari kata al-najm. Kata ini juga yang digunakan dalam surat Al-Waqi’ah ayat 75 yaitu al-nujum. Adapun dalam surat At-Takwir ayat 15, kata yang digunakan bukanlah al-nujum melainkan khunnas (لْخُنَّسِ - retreating celestial bodies). Kata retreat merujuk pada menarik diri ke tempat yang terpencil atau tersembunyi. Khunnas dalam hal ini adalah objek yang tersembunyi atau tidak terlihat oleh mata manusia.

Kedua, kata الْجَوَارِ atau “beredar” secara bahasa adalah “closeness” atau “nearness” bermakna di dekat atau di sekitar. Ketiga, kata الْكُنَّسِ atau “terbenam” secara bahasa adalah “sweep” bermakna menyapu.

Dengan demikian, surat At-Takwir ayat 15-16 menjelaskan mengenai benda langit yang tidak terlihat oleh mata manusia, menyapu apapun yang ada di dekat atau di sekitar mereka. Konsep yang kita kenal sebagai Black Hole. Kata الْكُنَّسِ selain bermakna “sweep” kadang-kadang juga diartikan sebagai “wipe out” yang juga sering digunakan untuk menjelaskan fenomena Black Hole.


Selain Black Hole seukuran atom, jenis black hole kedua adalah "stellar". Massanya bisa sampai 20 kali lebih banyak dari massa matahari. Mungkin ada banyak, banyak Black Hole stellar di galaksi Bima Sakti. Black Hole ketiga disebut "supermasif." Para ilmuwan telah menemukan bukti bahwa setiap galaksi besar memiliki Black Hole supermasif di pusatnya. Black Hole supermasif di pusat galaksi Bima Sakti disebut Sagitarius A. Memiliki massa yang setara dengan sekitar empat juta matahari dan mampu menampung jutaan planet seperti Bumi.

Contoh konkret dari aktifitas Black Hole adalah galaksi elips bernama NGC 4696. Letaknya sekitar 150 juta tahun cahaya jauhnya di rasi Centaurus. Berdasarkan pengamatan, di dalam inti NGC 4696 terdapat Black Hole supermasif, yang menurut para astronom bertanggung jawab atas munculnya benang gas yang aneh. Menurut hipotesis mereka, Black Hole memanaskan gas di sekitar daerah dalam NGC 4696, mengirimkan aliran panas dari gas ke arah luar. Material ini menyapu debu dan gas lainnya saat melaju. NGC 4696 adalah galaksi paling terang di cluster Centaurus. Galaksi ini dikelilingi oleh banyak galaksi dwarf berbentuk elips yang juga terletak di dalam cluster. Wallaahu a’lam bishawaab.