Showing posts with label Antropologi. Show all posts
Showing posts with label Antropologi. Show all posts

Sunday, August 6, 2017

Konsep Ruang-Waktu Dan Garis Dunia

Dalam fisika, ruang-waktu adalah model matematis yang menggabungkan tiga dimensi ruang dan satu dimensi waktu ke dalam rangkaian tunggal 4 dimensi. Dalam teori Einstein, ruang dan waktu bukan konsep yang terpisah, melainkan entitas tunggal yang disebut ruangwaktu. Kita dapat menganalogikan ruangwaktu sebagai kain halus yang terdistorsi oleh adanya energi. Dari sini lahir istilah kain ruang dan waktu. Istilah kain digunakan untuk membantu kita memvisualisasikan bagaimana ruang-waktu diterapkan dalam teori general relativity.


Konsep ruang-waktu tidak bisa dipisahkan dengan konsep garis dunia (atau worldline). Konsep garis dunia adalah jalur unik yang dimiliki objek saat melintasi ruang dan waktu, yang disebut ruangwaktu. Wordline adalah konsep penting dalam fisika modern, dan khususnya teori fisika. Konsep ''garis dunia'' dalam hal ini dibedakan dari konsep ''orbit'' atau ''lintasan''. Misalnya, orbit Bumi di angkasa kira-kira menyerupai lingkaran. Bumi kembali setiap tahun ke titik yang sama di luar angkasa, Namun tiba di sana pada waktu yang berbeda. Adapun garis dunia Bumi berbentuk heliks (spiral) di ruangwaktu berupa kurva dalam ruang empat dimensi dan tidak kembali ke titik yang sama.

Al-Quran menjelaskan hal ini sebagai berikut:

Demi langit yang mempunyai jalan-jalan. [Surat Az-Zariyat Ayat 7]

Kata الْحُبُكِ atau ''jalan-jalan'' secara bahasa bermakna tenunan. Lafal Al Hubuk adalah bentuk jamak dari Habiikah. Kata tersebut berasal dari kata kerja menenun atau mengikat bersama-sama. Menurut wikipedia, Menenun adalah proses pembuatan barang-barang tenun (kain) dari persilangan dua set benang dengan cara memasuk-masukkan benang pakan secara melintang pada benang-benang lungsin. Pola silang-menyilang antara benang lungsin dan benang pakan disebut tenunan atau anyaman. Manusia modern mengenal konsep menenun diperkirakan sejak 8.000 tahun lalu. Contoh yang relevan dalam hal ini adalah peradaban Mesir kuno. Ketenaran dari kain lenan yang halus dari Mesir kuno pantas untuk disebut sebagai tempat kelahiran linen. Adapun Timur Tengah memiliki kain yang disebut attabi.

Struktur kain attabi. Image: Wikimedia
Menurut ahli geografi pada abad ke-12 yang bernama al-Idrīs, kota Almería di Andalusia memproduksi tiruan sutra Irak dan Persia yang disebut 'attābī. Sejarawan David Jacoby mengidentifikasi kain tersebut sebagai "kain taffeta yang terbuat dari sutra dan kapas (serat alami), Diproduksi di Attabiya, sebuah distrik di Baghdad."

Al-Farraa' mengatakan, Hubuk berarti riak-riak yang dihasilkan di permukaan, seperti pasir ketika angin dengan kecepatan lambat melewatinya. Bagian yang bengkok dari rambut keriting juga bisa disebut sebagai Hubuk. Hal ini sejalan dengan artikel berjudul "Para ilmuwan menemukan riak-riak pada kain ruang waktu" dimana pada tahun 2015, dua detektor yang terpisah sekitar 1.800 mil menunjukkan adanya riak-riak pada kain ruangwaktu. Hal ini memberi wawasan baru bagi para ilmuwan dalam mempelajari alam semesta.

Setiap membahas tentang kosmologi memerlukan pertimbangan cermat dari apa yang dapat kita lihat dan kapan kita dapat melihatnya. Cara yang baik untuk melacak konsep-konsep ini adalah diagram ruang-waktu. Diagram ruang-waktu merupakan sebuah grafik yang menunjukkan posisi objek sebagai fungsi waktu.

Worldline. Image: The University of California, Los Angeles

Gambar di atas menunjukkan diagram ruang-waktu di Bumi yang mengelilingi Matahari. Jadi bagian bawahnya adalah masa lalu, atau masa awal, dan puncaknya adalah masa depan, atau akhir-akhir ini. Suatu titik pada grafik ini menggambarkan posisi (koordinat horizontal atau x) dan waktu (koordinat vertikal atau t). Sebuah "titik" dalam ruang-waktu disebut sebuah peristiwa. Garis yang mewakili posisi Bumi sebagai fungsi waktu itulah yang disebut sebagai worldline. Wallaahu a'lam bishawaab.

Friday, September 23, 2016

Adam Sebagai Manusia Modern Pertama [2]

Sebelum Nabi Adam turun ke bumi 9.000 - 8.000 tahun lalu, di bumi sudah ada manusia dari spesies yang berbeda seperti Homo Floresiensis, Homo Tsaichangensis, dan Red Deer Cave people. Selain itu ada Clovis people yang tinggal di Amerika utara. Semua spesies tersebut punah antara 12.000 – 10.000 tahun lalu tanpa diketahui penyebabnya. Bahkan hal ini juga terjadi di eropa 14.500 tahun lalu. Dalam rentang tahun tersebut tidak ditemukan adanya peristiwa yang secara drastis mengurangi ukuran populasi, atau yang dikenal sebagai leher botol populasi.

Peralatan zaman purba. Image: Wikimedia
Al-Quran memberikan penjelasan sebagai berikut:

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." [Surat Al-Baqarah ayat 30]

Ayat di atas menjelaskan bahwa manusia – terlepas dari spesies mereka – sudah eksis di bumi sebelum 9.000 – 8.000 tahun lalu. Mereka digambarkan oleh malaikat sebagai makhluk yang sering berperang. Catatan arkeologi paling kuno mengenai pembantaian prasejarah ada di situs Jebel Sahaba, terkait dengan budaya Qadan di Sudan utara. Pemakaman tersebut berisi sejumlah besar kerangka yang kira-kira berusia 13.000 sampai 14.000 tahun. Hampir setengahnya dengan panah menancap di kerangka mereka, yang mengindikasikan bahwa mereka mungkin adalah korban peperangan.

Di lokasi Nataruk, Kenya, banyak mayat manusia, dimana peristiwa pembantaian terjadi kira-kira 10.000 tahun lalu. Di Australia Utara terdapat seni batu paling tua yang menggambarkan tindakan brutal antara para pemburu-pengumpul kira-kira 10.000 tahun yang lalu. Bukti paling awal mengenai perang primitif terjadi di Eropa kira-kira 10.000 tahun yang lalu, selama periode Mesolitik Akhir sampai Periode Neolitik Awal di Eropa.

Manusia pertama yang diciptakan di surga

Nabi Adam a.s dan Hawa diciptakan secara langsung di surga. Tinggi Nabi Adam ketika diciptakan adalah 60 hasta atau 30 meter. Mereka berdua diturunkan ke bumi karena melanggar larangan memakan buah yang mereka dilarang mendekatinya. Pada hari pembalasan, setiap manusia yang masuk surga akan memiliki tinggi badan yang sama seperti Nabi Adam atau 30 meter.

Image: Flickr
Diriwayatkan oleh Abu Huraira:

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Allah menciptakan Adam, membuatnya setinggi 60 hasta. Ketika Dia menciptakannya, Dia berkata kepadanya," Pergilah dan sambutlah kelompok malaikat itu, dan dengarkanlah mereka, karena itu akan menjadi salammu dan salam dari keturunanmu. " Maka Adam berkata (kepada para malaikat), As-Salamu Alaikum (yaitu Damai sejahtera bagimu). Malaikat-malaikat itu berkata," As-salamu Alaika wa Rahmatu-l-lahi " (Yaitu Perdamaian dan Rahmat Allah besertamu). Dengan demikian para malaikat menambahkan salam hormat kepada Adam, 'Wa Rahmatu-l-lahi,' Setiap orang yang akan masuk surga akan menyerupai Adam. Orang-orang telah berkurang tinggi badan mereka sejak penciptaan Adam. [HR. Bukhari]

Hadits ini menjelaskan bahwa tinggi Adam a.s adalah 60 hasta di surga dan tidak mengatakan apapun tentang tinggi badannya setelah beliau mendarat di bumi. Salah seorang ulama bernama Mufti Taqi Usmani mengatakan bahwa enam puluh hasta adalah tinggi Adam a.s ketika berada di surga. Ketika diturunkan ke bumi, Nabi Adam a.s menjadi pendek dan ini berlaku pada seluruh manusia. Tetapi tinggi mereka akan diubah menjadi 60 hasta saat mereka kembali ke surga.

Tinggi 60 hasta atau 30 meter sebenarnya tidak terlalu aneh kalau berada di tempat atau planet dengan ukuran yang jauh lebih besar dari bumi. Hal ini dapat kita lihat dalam surat Ali 'Imran Ayat 133 yang menjelaskan bahwa surga memiliki luas setara dengan langit dan bumi. Dalam Surat Al-Qamar Ayat 49, terdapat keterangan bahwa segala sesuatu diciptakan menurut ukuran.

Mengapa Qabil tidak mengerti cara mengubur jenazah?

Konsep mengubur mayat sudah dilakukan oleh manusia purba kira-kira 92.000 tahun yang lalu di wilayah Qafzeh, Israel. Lalu kenapa Qabil tidak mengerti cara mengubur mayat? Barangkali ini adalah bagian tersulit ketika membahas eksistensi Adam a.s dan Hawa di bumi. Menurut sebuah studi, sekitar 10.000 – 5.000 tahun yang lalu terjadi berbagai mutasi genetik yang membahayakan seperti misalnya gejala penurunan daya ingat, atau mungkin semacam demensia. Kalau kita membahas tentang mutasi genetik maka semua itu mungkin.

Image: Wikimedia
Kisah tentang Qabil dan Habil terjadi ketika Adam a.s tinggal di bumi. Al-Quran menjelaskan tentang pembunuhan yang dilakukan oleh Qabil terhadap Habil dalam ayat berikut:

Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnyalah, maka jadilah ia seorang diantara orang-orang yang merugi. Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Berkata Qabil: "Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?" Karena itu jadilah dia seorang diantara orang-orang yang menyesal. [Surat Al-Ma'idah Ayat 30-31]

Walaupun demikian ada kemungkinan lain yang lebih relevan. Manusia purba diperkirakan sudah mengenal cara mengubur mayat dengan konsep yang sangat sederhana. Tetapi ada satu persamaan dari ritual mengubur mayat yang dilakukan sebelum 10.000 BC yaitu menjadikan gua sebagai tempat peristirahatan terakhir jenazah. Hal ini bisa kita telaah berdasarkan temuan arkeologi meliputi gua Qafzeh di Israel 92.000 tahun lalu, gua Shanidar 60.000 tahun lalu di Irak, gua di Perancis 50.000 tahun lalu, gua di wilayah Inggris sekitar 33.000 tahun lalu dan gua di wilayah Spanyol sekitar 19.000 tahun lalu.

Kita bisa berasumsi bahwa setelah Qabil membunuh Habil, dia tidak menemukan gua di lokasi terdekat untuk mengubur mayat saudaranya. Karena itu apa yang dilakukan oleh Qabil merupakan sebuah terobosan mengenai bagaimana cara mengubur mayat. Hal ini diperkuat oleh sebuah penelitian bahwa manusia purba sebenarnya tidak mengubur famili mereka. Penemuan kerangka yang terkubur di gua pada zaman prasejarah disebabkan oleh proses alam seperti deposisi, dekomposisi dan faktor lainnya.

Budaya Ubaidian

Budaya Ubaidian adalah budaya prasejarah di Mesopotamia yang berumur dari 6.500 hingga 3.800 BC. Seperti halnya orang Sumeria, asal usul orang-orang Ubaid tidak diketahui. Mereka tinggal di permukiman desa besar di rumah-rumah bata lumpur. Beberapa dari desa-desa ini mulai berkembang menjadi kota-kota, kuil, ditambah dengan bangunan monumental seperti di Eridu, Ur dan Uruk, yang merupakan situs utama peradaban Sumeria.

Tembikar periode Ubaid. Image: Wikimedia
Periode Ubaidian terdiri dari enam fase meliputi: Ouelli sekitar 6.500 BC, Eridu sekitar 5.750 BC, Hajji Muhammad sekitar 5.500 BC, Tell al-Ubaid sekitar 5.300 BC, Late Ubaid sekitar 5.200 BC dan Terminal Ubaid sekitar 4.200 BC.

Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga 'Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing). (sebagai) satu keturunan yang sebagiannya (turunan) dari yang lain. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. [Surat Ali 'Imran Ayat 33-34]

Nabi Nuh a.s dan Nabi Ibrahim a.s menurut riwayat hidup pada era peradaban Mesopotamia. Fase awal dari Mesopotamia adalah Sumeria. Adapun Orang-orang Ubaidian adalah kekuatan peradaban pertama di Sumeria. Mereka mengembangkan pertanian dengan irigasi, perdagangan dan membangun industri, termasuk menenun, kulit, logam, batu bata, dan tembikar. Mereka juga mengembangkan arsitektur termasuk rumah, halaman terbuka dan jalan beraspal Setelah imigrasi Ubaidian ke Mesopotamia, berbagai bangsa Semit menyusup ke wilayah mereka, menambahkan budaya mereka ke budaya Ubaidian dan menciptakan peradaban Pra-Sumeria yang tinggi. Orang-orang yang disebut Sumeria, yang bahasanya menjadi bahasa yang berlaku di wilayah ini, kemungkinan berasal dari sekitar Anatolia.

Dalam artikel sebelumnya, Penelitian mengenai asal mula bahasa Indo-Eropa yang dilakukan oleh Dr. Russell D. Gray dan Quentin D. Atkinson sejalan dengan analisis dari Prof. Syed Akheel Ahmed mengenai kapan Nabi Adam a.s berada di bumi. Bahasa Indo-Eropa berasal dari Anatolia sekitar 8.700 tahun lalu. Adapun budaya Ubaidian berasal dari wilayah Mesopotamia sekitar 8.500 tahun lalu (6.500 BC). Nabi Adam a.s kemungkinan sudah tinggal di Mesopotamia sejak permulaan, atau bisa juga dari anatolia kemudian pindah ke Mesopotamia. Wallaahu a'lam bishawaab.

Adam Sebagai Manusia Modern Pertama [1]

Konsep Adam a.s dan Hawa sebagai manusia paling awal yang menghuni bumi termasuk sulit untuk dikaji. Ada beberapa persoalan terutama ketika membahas keberadaan Adam a.s dan Hawa dalam timeline manusia prasejarah. Dengan mempelajari dan memahami konsep evolusi manusia secara menyeluruh, kita akan menemukan wawasan dan perspektif baru mengenai eksistensi Adam a.s dan Hawa dalam Al-Quran.

Penemuan fosil Homo Habilis

Homo Habilis muncul di Afrika Timur sekitar 2,8 – 2,75 juta tahun yang lalu. Mereka dianggap sebagai manusia-manusia paling awal yang ada di bumi. Mereka muncul sebagai manusia yang pertama kali menguasai teknologi alat batu. Walaupun demikian, kalau kita berasumsi bahwa Nabi Adam dan keluarganya sebagai Homo Habilis, maka hal ini tidak tepat. Manusia purba pada masa itu belum mengenal atau menggunakan pakaian dalam keseharian mereka.

Homo Habilis. Image: Wikimedia
Al-Quran menjelaskan sebagai berikut:

Maka Kami berkata: ''Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi isterimu. Maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka. Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang. [Surat Ta Ha ayat 117-118]

Dalam ayat yang lain:

Maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: "Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: "Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?" [Surat Al-A’raf ayat 22]

Para peneliti yang tergabung di Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology, telah melakukan analisis genetik terhadap kutu tubuh manusia. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka berasal sekitar 107.000 tahun yang lalu. Secara anatomi, manusia pada masa itu memiliki rambut tubuh yang sangat jarang, adapun kutu tubuh membutuhkan pakaian untuk bertahan hidup. Maka hal ini menunjukkan periode penemuan pakaian paling sederhana. Pakaian pada awalnya untuk melindungi tubuh manusia dari cuaca ekstrem dan fitur lingkungan lainnya. Seiring waktu,pakaian digunakan untuk keamanan diri, kenyamanan, dan kesopanan serta untuk mencerminkan makna religius, budaya dan sosial.

Untuk mengetahui keberadaan nabi Adam a.s di bumi (selain eksistensi pakaian) ada beberapa penalaran yang dapat kita gunakan.

1. Most recent common ancestor

Dalam silsilah genetik, most recent common ancestor (MRCA) adalah individu dimana semua orang yang hidup hingga hari ini dapat terhubung melalui garis genetik. Secara umum, tidak mungkin untuk mengidentifikasi MRCA secara spesifik, namun perkiraan waktu di mana MRCA hidup dapat dipelajari.

Y Chromosomal Adam. Image: Wikimedia
Perkiraan tersebut dapat diberikan berdasarkan hasil uji DNA dan tingkat mutasi, atau dengan mengacu pada model silsilah non-genetik. Menurut sebuah penelitian, MRCA hidup dalam rentang waktu antara 15.000 hingga 5.000 tahun yang lalu.

Al-Quran menjelaskan sebagai berikut:

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. [Surat An-Nisa' Ayat 1]

Menurut tafsir Ibnu Katsir: Allah memerintahkan makhluk-Nya agar takwa kepada-Nya dengan menyembah Dia Sendiri tanpa sekutu. Dia juga mengingatkan mereka akan kemampuan-Nya, karena Dia menciptakan mereka semua dari satu pribadi, Adam, damai sejahtera baginya.

Menurut tafsir Maududi: Pengantar ini sesuai dengan hukum dan peraturan tentang hak asasi manusia. Di satu sisi, orang-orang didesak untuk takut kepada Allah agar bisa melepaskan diri dari ketidaksenangan-Nya. Di sisi lain, mereka telah diingatkan bahwa semua manusia bermunculan dari satu nenek moyang dan sama-sama saling terkait satu sama lain.

2. Melacak asal muasal hewan ternak

Para peneliti mengekstraksi DNA dari tulang-belulang ternak domestik yang digali di situs-situs arkeologi Iran. Situs-situs ini memiliki rentang waktu yang hampir sama dengan penemuan pertanian dan berada di wilayah dimana ternak pertama kali dijinakkan. Mereka berkesimpulan bahwa semua ternak bermula dari hanya 80 hewan yang dijinakkan dari sapi liar di Timur Dekat sekitar 10.500 tahun yang lalu, berdasarkan studi genetik.

Image: Wikimedia
Informasi ini penting dalam mempelajari eksistensi Nabi Adam a.s berdasarkan ayat berikut:

Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan daripadanya isterinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan Yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan? [Surat Az-Zumar Ayat 6]

Timur Dekat kuno adalah rumah peradaban awal di wilayah yang kira-kira sama seperti Timur Tengah saat ini. Mengacu pada temuan di atas, kita bisa mengabaikan rentang waktu antara 15.000 hingga 10.500 tahun yang lalu. Rentang waktu Nabi Adam a.s hidup di bumi menjadi kira-kira 10.500 – 5.000 tahun lalu.

3. Melacak asal muasal bahasa lisan

Asal muasal bahasa lisan sudah dikaji oleh pakar linguistik dalam kurun waktu yang sangat lama. Kemampuan kita untuk berkomunikasi melalui perkataan membuat manusia berbeda dari hewan. Walaupun demikian, para ilmuwan dan ahli bahasa hanya bisa berhipotesis bagaimana, di mana dan kapan semuanya dimulai. Secara anatomi, manusia memiliki area Broca yaitu bagian dari otak manusia yang berperan pada proses bahasa, serta kemampuan dan pemahaman berbicara.

Area Broca. Image: Wikimedia
Al-Quran menjelaskan sebagai berikut:

Dia menciptakan manusia. Mengajarnya pandai berbicara.[Surat Ar-Rahman Ayat 3-4]

Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi. [Quran 7: 23]

Ahli bahasa telah lama menduga bahwa sebagian besar bahasa Eropa dan subkontinen India berasal dari satu bahasa kuno. Sebuah penelitian oleh Dr. Russell D. Gray dan Quentin D. Atkinson menegaskan bahwa akar dari bahasa Indo-Eropa, mencakup bahasa Inggris dan hampir semua bahasa yang digunakan di Eropa dan di India, bermula sekitar 8.700 tahun yang lalu oleh para petani Neolitik di Anatolia, di Turki tengah. Dengan lebih dari 2,6 miliar pembicara saat ini (atau 45 persen populasi dunia), keluarga bahasa Indo-Eropa memiliki jumlah penutur terbesar untuk semua rumpun bahasa serta penyebaran terluas di seluruh dunia.

Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Russell D. Gray dan Quentin D. Atkinson sejalan dengan analisis dari Prof. Syed Akheel Ahmed mengenai kapan Nabi Adam a.s turun ke bumi. Dalam bukunya yang berjudul ''Islam, Science & Renaissance: Their impact on universe & society'' diperkirakan Adam a.s berada di bumi sekitar 8.601 tahun yang lalu. Karena itu kita bisa mengambil kesimpulan bahwa Adam a.s dan Hawa berada di bumi antara 8.700 – 8.601 tahun yang lalu.

Saturday, April 9, 2016

Evolusi Terjadi Melalui Mutasi Genetik

Teori evolusi awal mulanya identik dengan seleksi alam, yang pertama kali dirumuskan dalam buku Darwin "On the Origin of Species" pada tahun 1859, adalah proses dimana organisme berubah dari waktu ke waktu sebagai akibat dari perubahan sifat fisik atau perilaku yang dapat diwariskan.

Evolusi. Image: Researchgate
Charles Darwin mengatakan evolusi terjadi pada seleksi alam dengan adanya variasi yang terus menerus, namun ia tidak pernah membuktikan terjadinya seleksi alam pada alam itu sendiri. Ketika ilmu pengetahuan modern menemukan konsep DNA maka teori seleksi alam terbukti tidak selalu tepat. Peneliti dari Pennsylvania State University memberikan penjelasan sebagai berikut:

“Setiap bagian tubuh kita dikendalikan oleh molekul, jadi Anda harus menjelaskan evolusi pada tingkat molekuler. Hal ini adalah mekanisme evolusi yang sebenarnya, bagaimana molekul berubah. Mereka berubah melalui mutasi. Mutasi berarti perubahan DNA melalui, misalnya, substitusi atau penyisipan [nukleotida]. Pertama Anda harus memiliki perubahan, dan kemudian seleksi alam dapat beroperasi atau mungkin tidak beroperasi. Saya katakan mutasi adalah kekuatan pendorong evolusi yang paling penting. Seleksi alam kadang terjadi, tentu saja, karena beberapa jenis variasi lebih baik dari yang lain, namun mutasi menciptakan berbagai jenis. Seleksi alam hanya bersifat sekunder.”

Contoh kesalahan mengenai seleksi alam adalah penelitian yang mengatakan bahwa seleksi lebih positif pada garis keturunan simpanse dibandingkan dengan garis keturunan manusia sejak dua spesies tersebut terpisah. Penelitian terbaru, bagaimanapun, menunjukkan bahwa kesimpulan penelitian tersebut keliru karena ketidakakuratan dalam urutan genom simpanse yang mendasarinya, yang memiliki kualitas lebih rendah daripada manusia.

Mutasi Genetik. Image: www.test.com
Mutasi genetik adalah perubahan permanen dalam urutan DNA yang membentuk gen, sehingga urutannya berbeda dari yang ditemukan pada kebanyakan orang. Al-Quran telah menjelaskan konsep mutasi genetik pada 14 abad yang lalu dalam ayat berikut:

Maka terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan. Kamukah yang menciptakannya, atau Kamikah yang menciptakannya? Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami sekali-sekali tidak akan dapat dikalahkan, untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu (dalam dunia) dan menciptakan kamu kelak (di akhirat) dalam keadaan yang tidak kamu ketahui. Dan Sesungguhnya kamu telah mengetahui penciptaan yang pertama, maka mengapakah kamu tidak mengambil pelajaran (untuk penciptaan yang kedua)? [Surat Al-Waqi’ah Ayat 58 - 62]

NUTFAH - Secara harfiah berarti "setetes cairan". Dalam Al-Quran digunakan dalam tiga konotasi yang berbeda namun saling terkait, yaitu:

1. Nutfah Laki-Laki ==> sperma
2. Nutfah Perempuan (dijelaskan dalam Hadits) ==> ovum
3. Nutfah yang berbaur dari Nutfah laki-laki dan Nutfah perempuan, keduanya bercampur aduk dan saling bercampur satu sama lain. Hal ini dinyatakan dalam Al-Quran sebagai "Nutfatul Amshaq".

Kata أَمْثَالَكُمْ atau ''orang-orang yang seperti kamu'' tidak merujuk pada bentuk fisik manusia modern. Kalimat ini merujuk pada bentuk fisik selain manusia atau mirip manusia tetapi tidak lazim.

Ada dua jenis mutasi genetik yaitu herediter dan somatik. Mutasi herediter diwariskan dari orang tua dan eksis sepanjang kehidupan seseorang di hampir setiap sel di tubuh. Mutasi ini juga disebut mutasi germline karena mereka ada di sel induk atau sel sperma, yang juga disebut sel kuman. Ketika sel telur dan sel sperma bersatu, sel telur yang telah dibuahi menerima DNA dari kedua orang tua. Jika DNA ini memiliki mutasi, anak yang tumbuh dari sel telur yang dibuahi akan memiliki mutasi pada masing-masing selnya.

Mutasi somatik terjadi pada suatu waktu selama kehidupan seseorang dan hanya ada di sel-sel tertentu, tidak di setiap sel dalam tubuh. Perubahan ini bisa disebabkan oleh faktor lingkungan, atau bisa terjadi ketika ada kesalahan saat copy DNA selama pembelahan sel. Mutasi pada sel somatik (sel selain sperma dan sel telur) tidak dapat diteruskan ke generasi berikutnya.

Hypertrichosis. Image: Wikimedia
Dua pertanyaan paling mendasar dalam studi evolusi manusia berkisar seputar mengapa orang-orang awal mulai berjalan dengan dua kaki, bukan empat (dua tangan dan dua kaki) dan mengapa mereka kehilangan bulu primata mereka, terutama mengingat fakta bahwa kebanyakan primata lainnya tidak kehilangan bulu yang menutupi sekujur tubuh mereka. Primata lainnya juga tetap menggunakan tangan mereka secara ekstensif dalam berjalan dan terutama saat berlari. Contoh hominin yang berjalan dengan empat kaki dan memiliki bulu disekujur tubuh mereka adalah Nakalipithecus dan Ouranopithecus.

Al-Quran menjelaskan bahwa manusia bisa diubah menjadi makhluk lain melalui mutasi genetik, sebagaimana yang terjadi dengan manusia purba pada jaman dahulu.

Dan Tuhanmu Maha Kaya lagi mempunyai rahmat. Jika Dia menghendaki niscaya Dia memusnahkan kamu dan menggantimu dengan siapa yang dikehendaki-Nya setelah kamu (musnah), sebagaimana Dia telah menjadikan kamu dari keturunan orang-orang lain. [Surat Al-An'am Ayat 133]

Sama seperti ayat sebelumnya, kata مَا atau ''siapa / whatever'' dalam ayat di atas tidak merujuk pada bentuk manusia. (Kata Arab yang mengacu pada manusia adalah "men من", yang berarti "siapa / who" atau "siapapun / whoever" tapi tidak digunakan dalam ayat di atas). Demikian juga istilah ''orang-orang lain'' merujuk pada makhluk selain manusia, atau mirip manusia tetapi tidak lazim.

Menurut Al-Quran, manusia bisa mengalami perubahan fisik melalui mutasi genetik menjadi makhluk apapun, termasuk menyerupai ''orang-orang lain'' yang menurut studi evolusi adalah berjalan dengan empat kaki atau memiliki bulu di sekujur tubuh. Fenomena yang dikenal sebagai Hipertrikosis dan Sindrom Uner Tan memberi kita pemahaman yang lebih baik mengenai hal ini.


Hipertrikosis adalah jumlah abnormal pertumbuhan rambut di atas tubuh. Terdapat dua jenis hipertrikosis yang berbeda. Pertama adalah hipertrikosis umum yang terjadi di seluruh tubuh, dan kedua adalah hipertrikosis lokal yang dibatasi pada area tertentu. Hipertrikosis umum adalah kelainan genetik yang sangat langka. Telah diketahui bahwa jika janin terpapar pada senyawa hydantoin saat 9 minggu masa kehamilan, maka janin tersebut memiliki peluang untuk memiliki sindrom hipertrikosis.

Sindrom Uner Tan (UTS), adalah suatu sindrom yang kontroversial. Orang yang terkena sindrom ini berjalan dengan dua kaki dan dua tangan atau quadrupedal dan menderita kemampuan berbicara primitif. UTS adalah sindrom yang diajukan oleh ahli biologi evolusioner Turki Üner Tan setelah mempelajari lima anggota keluarga Ulaş di pedesaan Turki. Tan menjelaskan bahwa sifat genetik sindrom ini menunjukkan tahap mundur dalam evolusi manusia, yang kemungkinan besar disebabkan oleh mutasi genetik, kemudian mengubah transisi dari quadrupedality ke bipedality. Fenomena ini kemudian akan konsisten dengan teori evolusi yang terus berlanjut.

Sebagai penutup, mutasi genetik adalah faktor kunci dalam konsep evolusi. Dengan demikian Al-Quran secara tidak langsung telah menjelaskan mengenai evolusi. Ada perbedaan dengan para akademisi, tentu saja. Dari perspektif ilmiah, evolusi ada dengan sendirinya. Adapun dalam Al-Quran, evolusi terjadi karena kehendak Allah SWT. Wallaahu a'lam bishawaab.

Saturday, February 6, 2016

Laut Air Asin Dan Laut Air Tawar

Danau Ontario merupakan salah satu dari danau-danau besar air tawar (Great Lakes) yang ada di Amerika Utara. Danau ini memiliki keunikan karena tidak beku selama musim dingin. Nama danau Ontario berasal dari bahasa Iroquoian yang berarti "danau air yang bersinar." Bangsa Indian kemungkinan adalah penduduk yang pertama kali tinggal di daerah aliran sungai sekitar 7.000 tahun yang lalu. Saat ini, Danau Ontario adalah sumber air minum sekitar 9 juta orang yang tinggal di Ontario, Kanada dan New York State, Amerika Serikat. Karena ukuran danau dan hubungannya dengan Samudra Atlantik, Danau Ontario bisa disebut sebagai keajaiban ekologis. Semua air di Great Lakes mengalir melalui danau ini. Ikan-ikan melakukan perjalanan bolak-balik dari laut ke danau air tawar. Ada beberapa jenis ikan yang mampu hidup dalam air tawar dan air asin. Konsep ini dikenal sebagai Euryhaline; yaitu organisme (tanaman atau hewan) yang dapat beradaptasi dengan kadar salinitas.

Danau Ontario (kotak merah) & Teluk Santo Laurensius (kotak biru). Image: Wikimedia
Istilah Great Lakes sendiri merupakan serangkaian danau air tawar yang saling berhubungan yang terletak di wilayah perbatasan Kanada-Amerika Serikat. Karena karakteristik seperti laut (deburan ombak, angin yang berkelanjutan, arus kuat, kedalaman yang besar, dan cakrawala dalam jarak jauh) maka lima Great Lakes – termasuk danau Ontario - dikenal sebagai lautan pedalaman. Terdiri dari Danau Superior, Michigan, Huron, Erie, dan Ontario. Lima laut air tawar ini membentuk danau terbesar di Bumi, dengan total volume yang mengandung 21 persen permukaan air tawar dunia. Danau Ontario dalam hal ini terhubung ke teluk Santo Laurensius melalui sungai Santo Laurensius. Keduanya (danau Ontario & teluk Santo Laurensius) bertemu di muara sungai Santo Laurensius. Hal ini mengacu pada tempat di mana air tawar dan air asin bertemu.


Al-Quran memberikan penjelasan mengenai hal ini dalam ayat berikut:

Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing. [Surat Ar-Rahman Ayat 19-20]

Kata الْبَحْرَيْنِ atau “dua lautan” berasal dari kata bahr yang artinya perairan atau body of water. Perairan adalah suatu kumpulan massa air pada suatu wilayah tertentu, baik yang bersifat dinamis (bergerak atau mengalir) seperti laut dan sungai maupun statis (tergenang) seperti danau. Perairan ini dapat merupakan perairan tawar, payau, maupun asin (laut).

Dalam ayat lain terdapat keterangan sebagai berikut:

Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi. [Surat Al-Furqan Ayat 53]

Kata بَرْزَخًا وَحِجْرًا atau ''dinding dan batas'' secara bahasa bermakna tanah dan batu. Pertemuan antara danau Ontario dan teluk Santo Laurensius adalah muara sungai Santo Laurensius. Adapun yang dimaksud dengan ''dinding dan batas'' atau بَرْزَخًا وَحِجْرًا dalam hal ini adalah dua daratan yang dipisahkan oleh sungai Santo Laurensius. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa yang dimaksud dengan بَرْزَخًا وَحِجْرًا dalam ayat di atas adalah stratifikasi air di muara Sungai Santo Laurensius. Stratifikasi air terjadi ketika massa air dengan sifat yang berbeda membentuk lapisan yang bertindak sebagai penghalang pencampuran air. Lapisan ini biasanya diatur menurut kepadatan, dengan massa air kurang padat berada di atas lapisan yang lebih padat.


Aliran air dalam hal ini bermula dari 4 Great Lakes ==> danau Ontario ==> sungai Santo Laurensius ==> teluk Santo Laurensius ==> samudra Atlantik.
                                             <== samudra Arktik.

Terletak di Kanada timur, Teluk Santo Laurensius memiliki karakteristik geografis yang sangat unik. Sebenarnya teluk ini adalah laut semi-tertutup, yang meliputi area seluas sekitar 236.000 kilometer persegi. Berisi sekitar 35.000 kilometer kubik air, dengan kedalaman rata-rata sekitar 148 meter. Air laut mengalir masuk dan keluar dari teluk melalui hanya dua saluran. Air laut Arktik masuk melalui Selat sempit Belle Isle di utara. Adapun di selatan, air laut teluk Santo Laurensius mengalir ke laut Atlantik melalui selat Cabot yang lebih luas. Dengan tidak ada jalan lain ke Atlantik, Teluk Santo Laurensius relatif terisolasi. Air tawar dari berbagai sungai bercampur dengan air laut asin, menciptakan air payau yang ditemukan di muara. Aliran air tawar dari sungai menggerakkan peredaran air melalui teluk.

Al-Quran selanjutnya memberikan keterangan sebagai berikut:

Dan tiada sama (antara) dua laut; yang ini tawar, segar, sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari masing-masing laut itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu memakainya, dan pada masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur. [Surat Fatir Ayat 12]

Sekitar enam ribu tahun yang lalu, bangsa Indian yang tinggal di wilayah Great Lakes menggunakan teknologi tembaga serta mendirikan komunitas berburu dan memancing. Mereka biasanya menggunakan pohon birch untuk membuat perahu yang dikenal dengan nama kano. Mayoritas permukiman Indian ada di sepanjang jalur air. Air menyediakan sarana transportasi yang mudah, ikan dan persediaan makanan lain yang berlimpah. Masyarakat Indian kuno menggunakan kano sepanjang rute perdagangan di perairan Amerika Utara, termasuk danau Ontario (Great Lakes) dan teluk Santo Laurensius.

Kano. Image: Wikimedia
Kano adalah sebuah perahu kecil dan sempit, yang biasanya digerakkan dengan tenaga manusia, tetapi juga lazim diberi layar. Kano biasanya lancip pada kedua ujungnya dan terbuka di bagian atasnya. Kano yang menggunakan tenaga manusia digerakkan dengan kayuh. Jumlah pengayuhnya tergantung pada ukuran kanonya sendiri (yang paling umum dua).

Arkeolog telah mengkonfirmasi lebih dari 85 kano bangsa Indian yang ditemukan di dekat wilayah Gainesville. Biro Penelitian Arkeologi Florida mengkonfirmasikan bahwa kano-kano tersebut memiliki usia berkisar antara 500 sampai 5.000 tahun, yang sebagian besar dibuat antara 3.000 dan 5.000 tahun yang lalu. Peneliti melakukan tes radiokarbon, sambil mencatat panjang, lebar, kedalaman dan di mana mereka ditemukan. Kano, yang kemungkinan digunakan sebagai kapal nelayan, panjangnya mencapai 22 kaki. Pengujian pada enam kano menunjukkan kapal-kapal kuno tersebut terbuat dari kayu pinus. Wallaahu a'lam bishawaab.